Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2012

Aku Bangga jadi Ibu Rumah Tangga

 Syair Kehidupan


Aku bangga jadi ibu rumah tangga
Karena ini profesi yang paling mulia
SKnya langsung di tandatangani oleh Alloh Ta'ala
Digaji oleh Alloh berupa pahala


Profesi ini harus punya keahlian yang luar biasa
Mendidik dan mengasuh anak yang paling utama
Harus pintar  memanage waktunya
Harus punya tabungan kesabaran yang cukup ekstra


Aku bangga jadi ibu rumah tangga

Jadi koki untuk keluarga
Memasak setiap hari untuk anak dan suami tercinta
Memilih menu  yang bergizi untuk keluarga

Aku bangga jadi ibu rumah tangga
Meskipun jam kerja tidak ada batasnya
Pagi buta sudah bangun yang pertama
Tidurnya paling terakhir, jika mereka sudah tidur semua
 
Aku bangga jadi ibu rumah tangga
Walaupun tidak bisa ke salon buat mempercantik dirinya
Karena uangnya buat sekolah anaknya
Demi cita-cita sang anak yang dicintainya
 
Aku bangga jadi ibu rumah tangga
Biarpun pekerjaan tidak ada habis-habisnya 
Alhamdulillah  suami  selalu membantu istrinya
Mudah-mudahan semua ini ada ganjarannya
 
Aku bangga jadi ibu rumah tangga
Tidak usah minder cuman jadi ibu rumah tangga
Jika kau ikhlas balasannya pasti surga
Ayo, ibu-ibu tersenyum dan katakan aku bangga jadi ibu rumah tangga

Untuk suami-suami, jangan malu punya istri hanya ibu rumah tangga
Ucapkan rasa terima kasih atas segala jerih payahnya
Bahkan istrimu harus menanggalkan gelar sarjananya
Karena ia tak rela anakmu dibesarkan oleh pembantu rumah tangga

Gerimis di Sabtu Pagi

Syair Jenaka

Gerimis di sabtu pagi
Pinginnya tidur lagi

Tapi saya harus segera pergi
Pergi ke pasar membeli ragi

Ke pasar ikan, baunya amis
Yang jual banyak yang berkumis
Harganya sih beda-beda tipis
Tapi saya pilih, yang ngasih jeruk nipis

Para pedagang pasang harga tinggi
Saya pun nawar gak mau rugi
Si abang tersenyum kelihatan gigi
Ternyata oh sungguh ternyata, si abang belum sikat gigi

Ada pedagang bawa-bawa keris
Dijadikannya buat penglaris
Senangnya yang berbau-bau mistis
Percayanya sama dukun yang berkudis

Ini pasar namanya pasar perigi
Lihat pesulap yang lagi unjuk gigi
Makin lama orang-orang pada pergi
Akhirnya dia pergi ke Semanggi

Ke pasar aja koq pake baju modis
Yang liatnya jadi pada sinis
Ternyata dia bukan seorang gadis
Karena ia istri masinis

Kisah Ammar dan Sekar


Syair Kehidupan


Ammar seorang lak-laki yang berbadan kekar
Dia mendambakan seorang wanita yang penyabar
Lalu Ammar minta kepada ustadz Umar
Untuk jadi mak comblang antara dirinya dengan si Sekar

Di sebuah mushalla di padang yang datar
Berta'aruflah Ammar dengan si Sekar
Ditemani oleh ustadzah Hani dan ustadz Umar
Bertemunya mereka cuman sebentar

Si Ammar datang bukan untuk wakuncar
Seperti orang-orang muda yang punya pacar
Tapi dia datang untuk melamar
Cinta bersemi bak bunga yang sedang mekar

Di jambangan ada bunga mawar
Di dalamnya diisi air tawar
Setelah mengajukan sebuah mahar
Pulanglah Ammar diantar Sekar sampai luar pagar

Sungguh Ammar laki-laki yang pintar
Memilih gadis muda yang masih segar
Kebahagian mereka saling terpancar
Dengan cincin kawin yang sudah melingkar

Si Ammar pulang kerja hampir terkapar
Disambut istri dengan wajah berbinar-binar
Hilangnya semua rasa lelah dan lapar
Karena dipijat Sekar di dalam kamar

Si Sekar rajin ibadah, kecantikannya tak pernah pudar
Kepada suami tak pernah kurang ajar
Kepada anak berlaku kasih dan tak pernah kasar
Jadilah mereka anak yang shaleh dan pintar

Halilintar terdengar menggelegar
Menghibur anaknya tak boleh gentar
Mendengar ayat-ayat Allah hati bergetar
Berharap keimanan tak pernah pudar

Perekonomian mereka sedang sukar
Sekar selalu qonaah dan berusaha tegar
Karena Alloh bersama orang yang sabar
Dan dijadikannya ini bahan buat belajar

Suatu hari Ammar berkelakar
Saat bercermin barulah ia sadar
Badan yang dulu langsing kini sedikit melar
Wajah yang oval kini terlihat bundar

Janganlah Wahai suami membuat makar
Agar tak ada amarah yang terbakar
Cinta ini harus tetap mekar
Agar semakin kuat seperti akar

Sabtu, 03 November 2012

Kisah Seorang Gadis yang Bernama Murung Beruntung

Syair Agama


Sepanjang hari langit terlihat mendung
Terdengar seorang gadis sedang bersenandung
Duduk ia seorang diri sambil merenung
Tentang dirinya yang sedang mengandung

Wajahnya sedih dan terlihat murung
Ditinggal pacarnya yang tak tau diuntung
Sekarang keluarganya ikut menanggung
Rasa malu tak tanggung-tanggung

Tahu anaknya sedang mengandung
Ayahnya meninggal terserang jantung
Menangislah ia meraung-raung
Penyesalan tak pernah berujung

Keluarga gadis kini berkabung
Melihat ayahnya sedang diusung
Menuju pemakaman umum yang ada di Parung
Bersiap diri amalnya dihitung

Si gadis semakin bingung
Ia berjalan terhuyung-huyung
Hampir saja ia tersandung
Menahan tubuhnya yang sedang limbung

Kini tibalah si gadis di pondok betung.
Dilihatnya pohon ingin leher digantung.
Jika tak ingat amalan dunia pasti di hitung.
Matilah ia bersama anak yang dikandung.

Si gadis sungguh beruntung.
Maut tak jadi berkunjung.
Kalaulah jadi ia berkunjung.
Mungkin jasad si gadis sudah banyak belatung.

Si gadis bertaubat lalu berkerudung.
Dijualnya seuntai kalung.
Untuk dibelikan baju berkurung.
Hanya kepada Allohlah Ia berlindung.

Harapan dan doa tleah ia gantung.
Hanya pada Alloh ia bergantung.
Tak ingin ia seperti katak dalam tempurung.
Miskin agama hidupnya jadi terkungkung.

Sekarang Ia mengaji di Pondok Pucung.
Punya kenalan juragan sarung.
Si juragan punya anak sulung.
Laki-laki sholeh berhidung mancung.

Juragan sarung datang berkunjung.
Mau melamar anaknya dengan gadis yang sedang beruntung.
Dibawakannya kerang berkarung-karung.
Disajikan oleh si gadis pakai nasi dan cah kangkung.

Hei kawan, ini bukan kabar burung.
Si gadis menikah bermaharkan gelang dan kalung.
Sungguhlah kalian akan beruntung.
Jika Alloh, satu-satunya tempat bergantung


# Mudah-mudahan ada manfaatnya. Yang mau copas silakan, asalkan tulis sumbernya ya..