Minggu, 25 November 2012

Guru-Guru Inspiratif

Rhenald Kasali mengatakan, dalam hidup ini kita mengenal dua jenis guru, yaitu guru kurikulum dan guru inspiratif. Yang pertama sangat patuh pada kurikulum dan merasa berdosa bila tidak bisa mentransfer seluruh isi buku yang ditugaskan. Ia mengajarkan sesuatu yang standard (habitual thinking). Guru kurikulum mewakili 99 persen populasi guru di seluruh Indonesia. Guru inspiratif jumlahnya sangat terbatas, populasinya kurang dari 1 persen. Ia bukan guru yang mengejar kurikulum, melainkan yang mengajak murid-muridnya berpikir kreatif (maximum thinking). Ia mengajak murid-muridnya melihat sesuatu dari luar (thinking out of box), mengubahnya di dalam, lalu membawa kembali keluar, ke masyarakat luas. Kalau guru kurikulum melahirkan manajer-manajer andal, guru inspiratif melahirkan pemimpin pembaru yang berani menghancurkan kebiasaan-kebiasaan lama.

Inilah guru-guru inspiratif :

Ibu Muslimah
Bu   Muslimah, yang   namanya   menjadi  buah  bibir  gara-gara  novel  Laskar Pelangi, buku  terlaris  dalam  sejarah  Indonesia karya  Andrea  Hirata. Ia  adalah  guru  yang  inspiratif  dan berdedikasi tinggi dalam memajukan dunia   pendidikan, membuka   wawasan,   cakrawala  berpikir,  mengobarkan semangat juang dan menyalakan api mimpi-mimpi para siswanya.

Bu Mus sangat peduli, tak  pernah  letih  memotivasi dan piawai membangun rasa percaya diri para  muridnya. Bagi kelompok Laskar Pelangi, Bu Mus adalah anugerah Tuhan yang paling indah dan paling tak terlupakan di muka bumi.

Sebagai   guru   swasta,  Bu  Muslimah  harus  bersabar  menghadapi  kesenjangan fasilitas.  Ia  tak  pernah  mengeluh  hanya  karena  fasilitas terbatas. Ia pun begitu  piawai  mengobarkan  semangat  belajar  para muridnya untuk meraih mimpi tanpa  harus  cengeng dan tak bernyali dengan kondisi sekolah mereka yang sangat memprihatinkan ketika itu.

Ketika  anak-anak  Laskar Pelangi mengeluhkan kondisi kelas yang kerap bocor dan menyusahkan  di  musim  hujan,  Bu  Mus  tidak  menanggapi  keluhan  itu  dengan kata-kata, tapi  dengan  mengeluarkan buku berbahasa Belanda dan memperlihatkan sebuah  gambar  berupa  ruangan sempit, dikelilingi tembok tebal, suram, tinggi, dan  berjeruji.  Kesan  di  dalamnya begitu pengap, angker, penuh kekerasan, dan kesedihan. “Inilah  sel Pak Karno di sebuah penjara di Bandung,” kata Bu Muslimah. “Di sini beliau  menjalani  hukuman  dan  setiap  hari belajar. Setiap saat membaca buku. Beliau  adalah satu orang tercerdas yang pernah dimiliki bangsa ini.” Mulai saat itu,  murid-murid  Laskar Pelangi tak pernah lagi protes tentang kondisi sekolah mereka. Dan luar biasanya seharipun siswa Laskar Pelangi tak pernah bolos.

Bu  Muslimah  menekuni  dunia  pendidikan  bukan  karena  memburu materi, tetapi karena  naluri  peduli  pada  tanggung  jawab  mencerdaskan  anak-anak  bangsa. Pilihannya  untuk  menjadi  guru (pendidik) sudah diawali dengan kesadaran bahwa dunia  itu  bukan  lahan  mengeruk  harta. Dunia itu adalah ajang untuk mendidik anak-anak  bangsa  negeri ini untuk punya mimpi, berani berpikir out of the box, berpikir  yang  orang  lain  tak  memikirkannya  untuk melakukan hal besar dalam rangka mengangkat harkat dan martabat anak muridnya. Hal   penting   lain   yang  perlu  diteladani  dari  Bu  Muslimah  adalah  soal kegigihannya.  Ia pantang menyerah dalam melaksanakan tugasnya. Guyuran derasnya hujan  tak  menyurutkan  langkahnya  untuk  datang ke sekolah. Ia yakin siswanya sedang  menantinya  dengan  penuh  harap  di sekolah. Ia menggunakan daun pisang sebagai pengganti payung untuk melindungi diri dari basah kuyup karena hujan.

Mr. Sosaku Kobayashi

"Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela" adalah sebuah buku yang berkisah tentang gadis kecil yang berumur 7 tahun . Sebagai seorang gadis kecil yang mempunyai  segudang rasa ingin tahu, Totto-chan sering bertingkah laku aneh di sekolah. Mulai dari membuka tutup laci mejanya, hingga memanggil penyanyi jalanan, dan bahkan berdiri berjam-jam di depan jendela selama pelajaran berlangsung untuk berbicara pada burung wallet.

Gurunya tidak tahan lagi dengan tingkah laku Totto-chan dan akhirnya mengeluarkan dirinya dari sekolah. Saat itu Totto-chan masih berada di kelas 1 sehingga ibunya yang bijak memutuskan untuk tidak memberi tahu Totto-chan kalau ia telah dikeluarkan dari sekolah. Sebaliknya, ibu Totto-chan menemukan sebuah sekolah yang sangat cocok dengan anaknya. Nama sekolah itu adalah Tomoe Gakuen.

Ruang kelas Tomoe berupa gerbong kereta api, sehingga para murid serasa bukan sekolah tapi menikmati perjalanan wisata. Kurikulumnya pun unik. Setiap siswa bebas memilih pelajaran yang ingin dipelajarinya lebih dulu pada hari itu. Ada yang memilih membuat puisi, menggambar atau melakukan eksperimen fisika. Kobayashi mengajarkan untuk tidak melihat perbedaan. Murid yang bodoh, miskin atau bahkan cacat adalah bagian dari komunitas, sebuah keluarga Tomoe Gakuen. Semua murid merasa senang sekolah di Tomoe.

Kobayashi memupuk para murid untuk mempunyai rasa percaya diri. Ia merancang perlombaan sedemikian sehingga saat perayaan Hari Olahraga murid yang cacat bisa menang. Ia juga mampu meyakinkan anak-anak bahwa mereka anak yang baik dengan selalu mengucapkan ”Kau anak yang benar-benar baik, kau tahu kan?”. Untuk bento (bekal makan siang) harus ada ”sesuatu dari laut dan sesuatu dari pegunungan” agar anak-anak makan dengan gizi seimbang. Kehidupan di Tomoe juga mengajarkan untuk selalu bersikap sopan kepada orang lain.

Ketika mereka belajar bagaimana bunga sawi mekar, mereka mengatakan, ”Ternyata benang sari tidak mirip benang ya?”. Meski disajikan dari sudut pandang Totto-chan sebenarnya buku ini menyiratkan metode pendidikan yang diterapkan Sosaku Kobayashi. Mengajarkan bahwa sekolah bukan sekedar tempat belajar menulis, membaca, berhitung atau bernyanyi. Namun sebagai wadah melejitkan prestasi sesuai dengan potensi dan keahlian masing-masing.

Namun sayangnya sekolah itu tidak dapat bertahan lama, sebuah bom meratakan sekolah itu dengan tanah. Saat itu Perang Pasifik telah pecah, dan pada saat itu sang kepala sekolah, Sosaku Kobayashi, berdiri tegar menatap terbakarnya sekolah yang dibuat dari uang pribadinya sendiri. Ia bahkan bertanya kepada anaknya tentang sekolah seperti apa yang akan ia buat lagi selanjutnya. Meskipun demikian, Tomoe Gakuen akan selalu menjadi kenangan manis dalam hidup  siswa-siswanya,   termasuk Totto-chan. 

Para alumni sekolah Tomoe Gakuen menjadi orang-orang yang hebat. Akira Takahashi menjadi manajer personalia di perusahaan elektronik besar dekat Danau Hamana. Miyo-chan (Miyo Kaneko) seorang putri ketiga Pak Kobayashi menjadi seorang pengajar musik di sekolah dasar.  Sakko Matsuyama (sekarang Mrs. Saito) menajdi instruktur bahasa Inggris di YWCA. Taiji Yamanouchi menjadi salah satu ahli fisika yang ternama. Kunio Oe, seorang ahli anggrek sedangkan Totto chan (Tetsuko Kuroyanagi) menjadi seorang presenter TV paling populer di Jepang yang membawakan Tetsuko’s Room dan ditunjuk UNICEF sebagai duta bagi anak-anak terlantar di seluruh dunia.

Pak Slamet,  Pak Mulyadi, Pak Sukadi, Pak Sudewa dan guru-guru inspiratif lainnya.

"Nak, karanganmu bagus!", kalimat pujian itu diucapkan Guru Slamet ketika salah satu muridnya di kelas 5 selesai membaca karangan sendiri tentang perayaan tujuh belas Agustus. Adakah pengaruh pujian Guru Slamet? Sang murid tersebut mengakui, pujian itu membuatnya percaya diri, membuatnya suka menulis, dan pujian gurunya itu membesarkan hatinya.

Jika di SD bertemu dengan Guru Slamet, ketika beranjak ke sekolah menengah, Guru Mulayadi menjadi sosok penting bagi sang murid tadi. Guru bahasa Indonesia itu beberapa kali membaca puisi atau cerita kecil yang dibuat sang murid dari kelas ke kelas yang diajarnya. Adakah pengaruh kebiasaan Guru Mulyadi? Sang murid mengakui sendiri betapa gurunya memberikan penghargaan, nilai rapor bagus, sekaligus kebanggaan di mata teman-teman seangkatannya. Hal itu membuat sang murid suka menulis terus.

Perjumpaan dengan Guru Sukadi dialami sang murid ketika memasuki perkuliahan. Guru Sukadi mengkritisi pikiran sang murid, menuntun mempertajam tema, mengobrak-abrik cara merumuskan ide  dan menghadirkan antusiasmenya di kelas.  Semasa dengan Guru Sukadi, sang murid bertemu dengan Guru Sudewa yang menyodorkan bacaan dan analisis yang menantang bahaya.

Dua puluh tahun kemudian, murid yang dipuji oleh Guru Slamet itu tumbuh menjadi penulis di koran atau kolomnis. Lima belas tahun kemudian, cerita kecil atau puisi yang dibacakan oleh Guru Mulyadi dari kelas ke kelas telah menjadi tulisan di media yang dibaca oleh khalayak di mana pun. (ST Kartono, Menjadi Guru untuk Muridku)`






Sabtu, 24 November 2012

Wahai Para Guru, Renungkanlah

Hyme Guru

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua Baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sbagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
tanpa tanda jasa


Lagu yang dikarang oleh Sartono ini, dipersembahkan untuk siapa? Bagi guru tentunya. Namun guru yang mana? dan yang bagaimana? Yuk... disimak. Apakah anda termasuk tipe guru yang dimaksud oleh lagu itu.

Menurut pengamatan saya sejak  masih sekolah hingga sekarang, ada beberapa tipe guru saat mengajar di kelas.

Tipe guru pertama : Guru Jadul (Kepanjangan dari Guru Jarang Duduk di Kelas)
Jadul di sini bisa diartikan Jaman Dulu atau bisa diartikan Guru Jarang Duduk di Kelas.
Ciri-cirinya :
- Orangnya nyantai.
- Jarang datang ke kelas.
- Kalaupun datang, hanya beberapa menit saja buat ngabsen dan sedikit kasih materi, setelah itu ninggalin kelas.
- Murid-murid biasanya hanya dikasih tugas, kerjain soal atau mencatat.

Saya pernah mengalami tipe guru yang seperti ini. Biasanya guru ini menunjuk sekretaris kelas supaya menulis di papan tulis dan kita menyalinnya di buku. Kegiatan belajarnya seputar mencatat, mengerjakan soal atau mengerjakan tugas. Saya sendiri tidak mengerti, apa alasannya guru itu sering meninggalkan kelas. Waktu itu sih, saya dan teman-teman asyik-asyik aja mengerjakan itu semua. Tapi semenjak saya jadi guru, saya baru sadar, tipe guru ini adalah tipe guru yang melalaikan tugas dan tanggung jawab. Jadi... kalau jaman sekarang masih ada tipe guru yang seperti ini. Gak salah dong kalau kita bilang guru Jadul.

Tipe guru kedua: Guru Kampungan (kepanjangannya =Kasih Materi, PR, Ulangan )
Tipe guru ini masih lebih baik dibandingkan guru Jadul. Guru ini masih punya tanggung jawab dalam mengajar di kelas. Bagaimana ciri-ciri guru kampungan?
Ciri-cirinya adalah:
- Orientasinya adalah materi. Kejar materi sesuai dengan program pengajarannya.
- Yang penting ngajar (gugur kewajiban) Mau murid mengerti materi yang diajarkan atau tidak, yang penting dia sudah menyampaikan materi.
- Kurang bisa membangun komunikasi dengan murid.
- Kalau materi ada yang tertinggal, kasih tugas atau PR.
- Setelah materi habis langsung kasih ulangan.

Saya pernah diajarkan guru yang tipe seperti ini. Guru ini asyik sendiri ngajar di depan kelas. Sedangkan murid-muridnya malah asyik ngobrol, ada juga yang melamun, ada yang coret-coret kertas atau ada yang pura-pura menyimak. Kalau ada guru yang seperti ini, jangan dibilang guru kampungan ya... Wah... bisa-bisa gurunya marah tuh!

Tipe guru ketiga : Guru Kota (Kreatif, Organisator, Terampil dan Administrator)
Dengan adanya kenaikan gaji/tunjangan bagi guru PNS dan ditambah lagi dengan adanya sertifikasi guru,  Selayaknya tipe yang ketiga yang menjadi karakter guru-guru sekarang ini.
Ciri-cirinya :
- Pembelajaran dikemas dengan menarik.
- Selalu ada cara yang baru dalam pengajarannya.
- Bisa mengatur atau memanage kelasnya dengan baik.
- Kegiatan belajar tidak monoton.
- Membangun komunikasi dua arah dengan murid-muridnya.
- Terampil dalam mengajar.
- Perencanaan dalam mengajar sangat matang.
- Hasil belajar siswa memuaskan.
- Motivasi belajar siswa bagus.
- Administrasi guru baik, karena sebelum mengajar dia sudah punya rambu-rambunya (Program Pengajaran, RPP dan Silabus)

Wahai rekan-rekan guru, Istilah-istilah yang digunakan bukan untuk merendahkan atau mengecilkan peranan guru. Saya berharap, tulisan ini dapat menjadi refleksi buat kita semua.  Untuk tipe guru jadul sama kampungan, sepertinya sudah tidak cocok lagi untuk jaman sekarang ini. Cukuplah generasi saya dan teman-teman yang menjumpai 2 tipe guru ini.

Wahai bapak/ibu guru. Tugasmu sangatlah mulia. Janganlah engkau menjadi guru nyasar, ketika memilih menjadi guru karena sudah tidak ada alternatif lain karena semakin sempitnya lapangan pekerjaan. Atau disebut guru bayar, yang bersemangat mengajar pada awal-awal bulan, di luar itu semangatnya melemah. Jadilah guru Sadar, yaitu guru yang sadar betul akan fungsi dan perannya. Guru yang tidak hanya mentrasfer materi semata, tetapi ia juga mentransfer semangat bahkan menginspirasi. Guru sadar memfasilitasi para siswanya untuk membangun karakter. Guru sadar laksana orangtua bagi para siswanya. (Aris Setiawan, Republika)

Diakhir tulisan ini, saya ingin berbagi cerita tentang seorang guru yang sangat membekas dalam pikiran saya.

Sebut saja guru itu namanya Pak S. Dia bercerita tentang dirinya, bahwa menjadi guru bukanlah pilihan hidupnya. Bisa dikatakan menjadi guru yang terpaksa. Keinginannya sebenarnya ingin menjadi insinyur. Pak S ini mengajar matematika SMP. Setiap Pak S mengajar, pasti murid-muridnya tidak luput dari hukuman, baik fisik maupun dengan non fisik. Saya pun pernah diketok tangannya saat saya tidak bisa menjawab soal matematika. Kata-kata yang merendahkan siswa seringkali terlontar dari mulutnya. (Bego, tolol, otaknya di dengkul dll).

Setiap ia masuk kelas, kami semua tidak berani bersuara. Suasana menjadi tegang dan menakutkan. Pernah saya dengar, ada teman saya yang pingsan ketika jam pelajarannya dia.

Adakah efek dari seorang guru matematika seperti pak Sinaga ini?

Sejak saat itu sampai sekarang, saya sangat tidak menyukai pelajaran matematika. Bagi saya pelajaran matematika adalah pelajaran yang menakutkan.

Semoga para guru benar-benar sadar akan peranannya.  Mereka adalah motor penggerak untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang cerdas, berhati nurani yang baik serta memiliki jiwa kepemimpinan bagi dirinya maupun lingkungannya.  Wallahu 'Alam Bisshowab.

Saya ucapkan untuk seluruh guru di nusantara..... "Selamat Hari Guru"..........

Kamis, 22 November 2012

Menjadi Wanita Shalihah, Bisa?



Karena kau dilahirkan sebagai seorang wanita, inilah anugerah yang terindah dari Allah Ta'ala. Anugerah yang tidak dimiliki oleh seorang pria. Anugerah yang akan bertambah indah jika kau bisa menjadi wanita shalihah.

"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah. (HR. Muslim)

Menjadi wanita shalihah tidak sekedar dilihat dari cara berpakaiannya saja. Namun, Ia juga harus selalu menghiasi hati, pikiran dan tingkah lakunya sesuai dengan yang diinginkan Allah Ta'ala. Wanita yang selalu berusaha mengubah dirinya menjadi lebih baik dan mulia. Baik di hadapan Allah maupun di hadapan manusia.

Beberapa point untuk memotivasi diri kita menjadi wanita shalihah yakni:
1. Menjadi Wanita Gaul (Gaulnya sama Allah, sama Al-qur'an dan sama teman-teman yang shaleh)
2. Menjadi wanita yang SMART (Senang Menabung buat bekal Akhirat)
3. Menjadi wanita yang KEREN (Khusyuk, Evaluasi Diri (Muhasabah), Ramah, Empati dan Nyunnah)


1. MENJADI WANITA GAUL

BERGAUL SAMA ALLAH
Dengan bergaul sama Allah maka hati menjadi tenang. Dalam surat Ar-Raad ayat 28 :
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (TQS.13:28)

BERGAUL SAMA AL-QUR'AN
Dengan bergaul sama Al-qur'an hati kita akan mendapat petunjuk dan mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya.  Terdapat di dalam surat Al-Maidah ayat 16 :
"Dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan dengan kitab itulah Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus." (TQS. 5:16)

Ibnu Umar ra berkata, "Rosululloh telah bersabda, hati manusia akan berkarat seperti besi yang dikaratkan oleh air. Apakah cara untuk menjadikan hati bersinar seperti semula. Katanya dengan banyak mengingat mati dan membaca al-qur'an." (al hadist)

BERGAUL SAMA ORANG-ORANG SHOLEH
Dengan bergaul sama teman-teman yang shaleh kita akan mendapatkan banyak manfaat. Dalam sebuah hadist Rosululloh Shallallahu 'Alaihi Wassalam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman.

 "Pemisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap." (HR. Bukhori 5534 dan Muslim 2628)

Maksud hadist di atas seperti ini. Teman yang shalih akan senantiasa menjaga dari kemaksiatan, mengajak orang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Dia akan menjagamu baik ketika bersamamu maupun tidak. Dia akan memberimu manfaatnya dengan kecintaannya dan berdoa untukmu, baik ketika engkau masih hidup maupun setelah engkau tiada.

Kebaikan seseorang bisa dilihat dari temannya. Rosululloh  Shalallahu 'Alaihi Wassalam menjadikan teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang. Rosulullah  Shallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda, "Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Abani dalam silsilah Ash-shahihah, no.297)

Di akhirat, orang yang berteman dengan teman yang tidak baik, akan merasa menyesal. Terdapat pada surat al-furqon ayat 27-28, " Dan (ingatlah) pada hari ketika orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata,"Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rosul. Wahai celakalah aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman baikku." (TQS.25:27-28)


2. MENJADI WANITA SMART (Senang Menabung untuk bekal Akhirat)
Smart dengan arti yang sebenarnya. Wanita shalihah yang baik, hendaklah menghiasi dirinya dengan pengetahuan keislaman, berwawasan dan terlihat cerdas. Sehingga dengan kecerdasannya akan terpancarlah kecantikan dari dalam dirinya (Inner Beauty).

Senang Menabung untuk bekal Akhirat
Wanita shalihah hendaklah ia selalu mempersiapkan bekalnya untuk akhirat. Kalau kita akan pergi pulang kampung atau ke suatu tempat saja, pasti kita mempersiapkan diri dengan membawa bekal sebanyak-banyaknya. Apalagi, untuk hari yang kekal yaitu akhirat. Tentunya kita akan mempersiapkan diri dengan bekal yang cukup.

Bagaimana menabung untuk bekal akhirat? Caranya dengan memperbanyak amal shaleh. 

Diantaranya adalah :
  • Puasa sunnah.  (puasa sunnah senin-kamis, puasa yaumul bidh tanggal 13, 14, 15 bulan hijriah, puasa arafah tanggal 9 zulhijah, puasa syawal dan puasa asy-syuro, tanggal 9-10 Muharram).
  • Membaca al-quran, menghapal dan memahami ayat-ayatnya.
  • Memperbanyak shalat tahajud
  • Melakukan sunnah rawatib (sebelum dan sesudah shalat wajib)
  • Menjalankan sholat dhuha (sholat diwaktu dhuha - menjelang siang)
  • Memperbanyak shadaqah dan amal jariah.
  • Menjalin tali silaturahmi

Dalam surat Al-Baqarah ayat 197:
 "....Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepada Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat."  (TQS. 2:197)


3. MENJADI WANITA KEREN (Khusyuk, Evaluasi diri/ Muhasabah, Ramah,Empati dan Nyunnah)

Wanita shalihah harus keren yakni selalu menjaga penampilannya agar enak dipandang mata. Menjaga penampilan tidak berarti kita harus tabarruj (berdandan/bersolek). Justru bertabarruj itu dilarang oleh islam. Menjaga penampilan dengan pakaian yang bersih, rapi dan wangi.

KHUSYUK
Wanita yang shalilah, berusaha menghadirkan hatinya saat ia shalat. Untuk mencapai shalat yang khusyuk perlu usaha yang sangat kuat. Syetan selalu menggoda manusia dalam segala hal. Syetan sangat pintar dalam menjerumuskan manusia agar lalai dalam shalatnya.

Usaha kita agar sholatnya khusyuk, di antaranya adalah :
1. Membaca ta'awudz sebelum melakukan sholat.
2. Jadikan sholat kita adalah sholat yang terakhir.
3. Pahami arti bacaan sholat.
4. Meminimalisir gangguan sholat dari lingkungan sekitar
5. Mengetahui tata cara shalat yang benar.

EVALUASI DIRI (MUHASABAH)

Sebagai seorang wanita shalihah, kita senantiasa perlu mengevaluasi diri kita sendiri. Kita renungkan tentang amal baik dan amal buruk kita. Kita evaluasi lagi kekurangan-kekurangan dan dosa-dosa yang telah kita perbuat. Sehingga jika kita sibuk mengevaluasi diri, kita tidak akan sibuk mencari-cari kekurangan orang lain. Orang yang sering mengevaluasi dirinya, dia akan selalu berusaha untuk memperbaiki dirinya.

Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, "Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah." (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, Hadits ini adalah hadits hasan)

Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” [TQS. Maryam (19): 95, Al-Anbiya’ (21): 1].

RAMAH
Wanita shalihah akan memancarkan aura kebaikan pada lingkungan sekitarnya. Menjadikan semua aktifitasnya untuk ibadah dan dakwah. Dakwah yang paling efektif adalah dengan cara pendekatan yang baik "bil hikmah". Bagaimana kita akan dapat berdakwah dengan baik, jika kalau kita selalu pasang wajah angker, atau kurang banyak tersenyum dan malas untuk menegur orang lain. Orang juga malas dekat dengan kita, bukan?

EMPATI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Berempati artinya melakukan atau mempunyai empati.

Menurut pemahaman saya empati adalah upaya kita untuk memahami atau merasakan apa yang dialami atau dirasakan oleh orang lain.

Menumbuhkan empati dengan cara menjadi pendengar yang baik (mendengarkan dengan hati). Salah satu habbit yang dikemukakan oleh Stephen Covey dalam bukunya Seven Habbit adalah "Seek first to understand than to be understood. Artinya, Dengarkanlah dulu sebelum anda didengarkan oleh orang lain. Pahami dulu keadaan orang lain sebelum orang lain memahami keadaan anda."

Ketika ada orang yang sedang mengalami kesulitan, luangkanlah waktu kita untuk mendengarkan keluh kesahnya. Ingat,  mendengarkan dengan hati bukan hanya "sekedar mendengar". Dari mendengar, merasakan maka timbullah rasa empati. Dari rasa empati timbulah rasa ingin menolong atau memberikan solusi

Seorang wanita shalihah perlu mengasah rasa empati kepada orang lain, agar muncul rasa kepeduliannya terhadap orang lain.

NYUNNAH (menjalankan sunnah nabi)
Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik ucapan, perbuatan maupun penetapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam

Perhatikan surat Al-Ahzab ayat 21 :
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (TQS al-Ahzaab:21)

Ayat ini  mengisyaratkan satu faidah yang penting untuk direnungkan, yaitu keterikatan antara meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kesempurnaan iman kepada Allah dan hari akhir, yang ini berarti bahwa semangat dan kesungguhan seorang muslim untuk meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan pertanda kesempurnaan imannya.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari berkata, “Orang muslim yang paling utama adalah orang yang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia), maka bersabarlah wahai para pencinta sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), karena sesungguhnya kalian adalah orang yang paling sedikit jumlahnya (di kalangan manusia)”


Catatan:
TQS = Terjemahan Qur'an Surat

Wallahu 'Alam Bi Shawab. Kebenaran itu  datangnya dari Allah, dan segala kekurangan datangnya dari diri saya sendiri. Jika menurut anda tulisan ini bermanfaat, maka sebarkanlah agar anda mendapatkan pahala yang sama.

Minggu, 18 November 2012

Tips Berkomunikasi pada Anak



Waktu acara open day sekolah anak kami, saya bertanya tentang konsep bilingual yang akan diterapkan di sekolah ini. Bunda Iyan menjelaskan,  bahwa bilingual yang diterapkan di sekolah ini dengan memberikan perintah-perintah sederhana (simple instruction) dalam bahasa inggris serta percakapan-percakapan yang  menggunakan bahasa tubuh.

Ditunjuklah salah seorang anak yang hadir di situ. Ceritanya anak itu membuang sampah sembarangan, lalu bunda Iyan menyuruhnya untuk membuang sampah di tempatnya. Sebelum mempraktekkannya, Bunda Iyan memberikan tips bagaimana cara berkomunikasi yang baik kepada anak:

1. Usahakan posisi badan kita sejajar dengan anak.
2. Terjadi eye contact/ kontak mata dengan anak.
3. Touching. Beri sentuhan dengan cara memeluknya atau memegang tangannya.
4. Saat memberi tahu dengan cara memberi contoh terlebih dahulu.
5. Berikan bahasa yang singkat dan mudah dipahami oleh anak.
6. Kata yang diucapkan harus jelas dan tidak terlalu cepat.
7. Lakukan sampai beberapa kali, hingga anak menjadi paham.

Kemudian setelah bunda Iyan memberikan tips kepada orang tua murid. Ia langsung mempraktekkannya.Badannya dibungkukkan sejajar dengan anak tersebut, sambil memeluknya.

"Nak...take... your.... rubbish.... (sambil memungut sampah). Lalu bunda Iyan menaruh lagi sampah itu di lantai. Kemudian ia mengatakan lagi dengan perlahan-lahan. "Take...your ....rubbish...and.... (sambil menggandeng tangan anak menuju ke tempat sampah) put...in...the...trash. (sambil membuang sampah ke tempat sampah). Bunda Iyan mempraktekkan hingga 2 kali.

Dari acara open day tersebut, saya mendapatkan ilmu bagaimana berkomunikasi yang baik kepada anak. Makasih bunda Iyan, atas masukannya kepada kami.

Sabtu, 17 November 2012

Buku Diary untuk Mama

Waktu telah menunjukkan jam 22.00, Dito masih menunggu kepulangan mamanya. Rasa kantuknya semakin hebat sehingga dia pun tertidur di sofa. Hadiah dengan kertas kado bermotif bunga-bunga dan pita berwarna merah akhirnya terjatuh dari tangannya. Di hari ulang tahun mamanya ini, Dito telah menyiapkan sebuah kado istimewa.



"Din.....din...." Mendengar suara klakson mobil, dengan tergopoh-gopoh bi Inah membukakan pintu gerbang. "Dito sudah tidur bi?" sambil menenteng tas merk terkenal, Mirna masuk.
"Sudah... nyah.. sejak tadi, Dito nungguin nyonya, katanya mau ngasih kado ulang tahun buat nyonya", kata bi Inah.

Setelah melepaskan sepatunya, Mirna mendapati anak semata wayangnya tengah tertidur lelap di sofa. Tak tega rasanya ia membangunkan anak kesayangannya ini.

"Bi... suruh si Ujang angkat Dito ke kamar ya". Sambil berbicara dengan Bi Inah,  Mirna memungut kado yang tergeletak di lantai.

Di kado tertulis "Untuk mama tersayang... dari Dito". Mirna mengecup kening Dito. "Makasih sayang..."

Sebagai Direktur di perusahaan asing, Mirna memang sangat sibuk dan sering pulang malam. Sudah setahun ini, ia resmi menyandang gelar janda. Dia begitu ngotot minta diceraikan oleh suaminya. Dito sehari-hari diurus oleh bi Inah yang telah bekerja selama 9 tahun di keluarga Mirna.

"Breekkk...." Mirna merobek kertas kado.
"Diary?..." Mirna tersenyum mendapati sebuah buku harian berwarna merah hati.

Alisnya dikernyitkan begitu ia membuka lembaran-lembarannya sudah tidak seperti baru lagi. Ia tidak mengerti mengapa lembaran-lembaran buku harian yang ada di tangannya seperti sudah pernah ditulis oleh pensil. Beberapa lembarannya malah masih tersisa kotoran dari penghapus. Di tiap lembarnya, hanya tertera tanggal dan tahun.

Apa maksud Dito memberikan ini padaku? Mirna merebahkan badannya yang sudah sangat lelah. Mirna tidur malam itu dengan menyimpan rasa penasaran di rongga hatinya.

**************

Pagi-pagi sekali ia sudah bangun dan langsung masuk kamar Dito. Mirna menatap wajah Dito dan mengusap-usap rambutnya. Dito langsung bangun ketika Mirna mencium keningnya.

"Mama...?" Mirna tersenyum.
"Terima kasih kadonya, sayang...."
"Mama sudah buka kadonya...?" Mirna mengangguk. Dito langsung memeluk mamanya.
"Selamat ulang tahun ma.." Dito mencium pipi mamanya.
"Terima kasih sayang..."  Mirna kembali mengecup pipi Dito.
"Yuk, bangun! Hari ini kita kan mau ke tempat eyang". Mirna terlihat bersemangat.

Sinar matahari pagi menyeruak masuk ke dalam ruang makan yang langsung menghadap taman belakang. Rumput-rumput yang tertata rapi masih terlihat basah oleh air hujan yang mengguyur bumi tadi malam.  Angin semilir menerobos masuk lewat celah jendela dan dari pintu belakang yang terbuka lebar. Kicauan burung yang saling bersahutan, menemani dua insan manusia yang sedang menikmati sepiring nasi goreng buatan bi Inah.

Setelah menyelesaikan sarapan pagi, Mirna masuk ke kamarnya. Diambilnya Diary yang tergeletak di pinggir tempat tidurnya. Di sofa,  Dito sedang asyik main game dari Ipad. Hadiah ulang tahunnya yang ke-8 tahun.

"Sayang... ini kado ulang tahunnya kan?...." Dito mengangguk.
"Mama suka?" Pandangan Dito tetap tertuju pada layar Ipad dengan jari-jarinya yang masih menempel di layar sentuh.
"Semua hadiah dari Dito, pasti mama suka." Mirna memencet hidung Dito yang bangir sambil tertawa renyah.

Kali ini Dito menatap mamanya dan mematikan Ipad yang ada di tangannya.
"Maaf ya ma... Diarynya sudah pernah Dito pakai. Tapi....dibandingkan kado yang Dito kasih tahun-tahun sebelumnya, ini adalah kado yang paling istimewa buat mama..." Dito berhenti sejenak, tak meneruskan kata-katanya.

"Buku diary ini hadiah dari Ms. Riana karena kata Miss, karangan bahasa indonesia Dito paling bagus dibandingkan dengan teman-teman Dito. Ms. Riana juga bilang kalau ia punya 2 buku diary dengan warna yang sama. Ms Riana bilang, ia setiap hari menulis di buku diary tentang kejadian hari itu. Ms. Riana bilang, Dito juga bisa menuliskan semua perasaan Dito di buku ini."

Menit-menit telah berlalu dalam keheningan. Dito kini benar-benar tak bisa meneruskan kata-katanya. Ia tertunduk dan tak berani menatap wajah mamanya.

"Ma, maafkan Dito ya..." Dito terdiam lagi.
"What wrong honey... kenapa kamu harus minta maaf sama mama?"
"Dito mau cerita sama mama... tapi mama janji tidak akan marah sama Dito, janji yaa..." Dito menatap mamanya.

Mirna jadi penasaran dengan apa yang akan dikatakan Dito. Tanpa berpikir panjang lagi, ia langsung mengiyakan.

"Iya... mama janji."
"Sebenarnya....." Dengan terbata-bata, Dito menjelaskan.
"Diary itu yang menemani Dito di saat Dito kesal, sedih atau sedang sendirian." Dito melirik wajah mamanya.
"Termasuk kalau Dito lagi kesal sama mama?" Mirna menyela. Dito mengangguk.

Mirna semakin penasaran dengan apa yang akan disampaikan Dito. Ia menggeser tempat duduknya agar semakin dekat dengan Dito.

"Mama ingat, waktu arisan dengan teman-teman mama?" Mirna mencoba mengingat-ingat, dan ia pun mengangguk.
"Waktu itu ada anak temannya mama ngompol... Dito takut mama atau yang lainnya terpeleset. Waktu itu bi Inah lagi sibuk nyiapin makanan, jadinya Dito ambil kain pel dan ngepel ompolan anak itu. Tapi... tanpa sengaja, tangan Dito menyenggol guci kesayangan mama." Dito berhenti sejenak.

"Waktu itu,  mama lihat Dito seperti menahan marah, mata mama melotot ke Dito. Setelah teman-teman mama pulang. Mama benar-benar marah, dan langsung menampar pipi Dito dengan keras. Saat itu....Dito takut sekali. Dito berusaha menjelaskan apa yang terjadi.... tapi mama tidak memberikan kesempatan."

Mirna sangat ingat peristiwa itu. Betapa marahnya ia, begitu tahu guci mahal yang ia beli dari luar negeri sudah hancur berkeping-keping. Ia sempat menampar Dito beberapa kali. Saat itu, ia tidak bisa menahan emosinya. Tapi... setelah menampar Dito, Mirna merasa menyesal sekali namun ia begitu gengsi untuk minta maaf sama Dito. Dito mulai melanjutkan ceritanya lagi.

"Lalu Dito menulis kekesalan Dito di buku diary ini. Betapa sakit hati Dito diperlakukan oleh mama seperti itu. Dito menganggap, mama lebih sayang dengan guci dibandingkan anaknya sendiri." Dito membalik halaman Diary berikutnya, terlihat matanya berkaca-kaca.

12 Oktober 2009

"Di lembaran ini Dito menulis saat mama bertengkar hebat dengan papa. Waktu itu, Dito mengintip di balik tembok. Dito akhirnya lari ke kamar. Dito lihat mama melemparkan benda-benda apa saja yang ada di dekat mama, termasuk pisau. Dito lihat telapak tangan ayah berdarah saat menangkis pisau yang dilempar mama. Dito sangat benci mama saat itu, karena mama telah melukai tangan papa. " Dito melihat mamanya dengan takut-takut, ia ingin melihat reaksi mamanya.

Mata Mirna menerawang. Kehidupan rumah tangganya tidak pernah sepi dengan pertengkaran. Suaminya beberapa kali memintanya untuk berhenti kerja agar ada yang mengurus Dito. Sebagai wanita pekerja, karirnya sedang berada di puncak-puncaknya. Mirna menganggap Pram laki-laki yang egois dan takut tersaingi olehnya. Karir Pram memang tidak semulus karir Mirna. Dengan gajinya yang berada di bawah Mirna semakin memperlebar jurang kesenjangan di antara mereka.

"Mama marah ya?" Suara Dito memecahkan lamunan Mirna. Mirna menggeleng.
"Tidak sayang.... teruskan, mama janji akan mendengarkan semua cerita Dito sampai selesai." Mirna membelai rambut Dito.

15 Maret 2010

"Dito sangat benci perpisahan ma.... Sejak Mama dan papa berpisah, mama tidak pernah mengijinkan Dito bertemu lagi dengan papa. Padahal Dito kangen sekali dengan papa. Kangen saat papa ngajak Dito main. Kangen sama cerita-cerita papa yang lucu-lucu."

"Waktu papa dan om Suryo datang ke rumah ingin menjenguk Dito, mama malah mengunci Dito di kamar. Dito hanya memandang dari jendela. Mama sama sekali tidak membukakan pintu. Hingga setelah lama papa dan om suryo cape menggedor-gedor pintu pagar, akhirnya mereka pulang dengan wajah kecewa. Aku tulis di buku ini betapa Dito sangat benci mama. Mama adalah mama yang paling kejam."

Mirna mulai meneteskan air matanya. Tapi, segera ia usap dengan jarinya yang lentik. Untung Dito tidak lihat ia menangis. Dito masih terpaku dengan buku dairy yang dipegangnya.


23 Juni 2010

"Mama... di lembaran ini, Dito nulis tentang kesedihan Dito. Dito sangat sedih mama dan papa berpisah, dan sejak saat itu, Dito jadi malas belajar. Beberapa kali mama mukul Dito kalau mama dipanggil ke sekolah. Mama pernah melemparkan kertas-kertas ulangan Dito ke muka Dito. Bukan itu saja, mama memukul paha Dito sampai biru-biru. Mama bilang, kalau mama malu punya anak yang bodoh. Mama juga bilang... mama dan papa tidak pernah dapat nilai jelek waktu di sekolah. Mama mengancam Dito, akan dikeluarkan dari Sekolah Internasional itu, jika nilai-nilai Dito  masih jelek." Dito menahan napasnya. Diliriknya mamanya yang sudah kelihatan ingin menangis. Ia melanjutkan lagi ceritanya.

"Ma.... Begitu mama tahu Dito tidak pernah pergi les atau belajar privat, mama menjambak rambut Dito, hingga beberapa lembar rambut Dito lepas. Mama terus memukul Dito, padahal Dito sudah bilang minta maaf dan berjanji mau ikut les. Mama makin menjadi-jadi mukul Dito, padahal Dito udah bilang minta ampun berkali-kali."

Kali ini, Mirna tidak dapat menahan air matanya. Mirna memeluk Dito dengan erat. "Kenapa sayang... kenapa Dito tidak pernah ngomong tentang perasaan Dito terhadap mama." Ah... pertanyaan yang bodoh, batin Mirna. Mana sempat ia mendengarkan cerita Dito. Ia pergi sebelum Dito bangun tidur dan pulang kembali ke rumah di saat Dito sudah tertidur lelap. Kapan ia punya waktu mendengarkan keluh kesah Dito.

Mirna berkali-kali meminta Dito untuk mengerti keadaannya. Sebagai orang tua tunggal dengan pekerjaan yang begitu banyak. Dan tingkat stress yang tinggi, membuat Mirna jadi cepat pemarah.

Setiap ia melampiaskan kemarahannya pada Dito, hatinya merasa bersalah. Pasti keesokan harinya ia akan membelikan coklat dan makanan kesukaan Dito. Setiap akhir pekan, Mirna juga tidak pernah lupa membelikan mainan-mainan yang mahal untuk Dito. Mirna pikir, dengan semua itu, Dito akan memaafkannya dan melupakan kejadian pemukulan-pemukulan itu. Baju Dito telah basah oleh air mata Mirna.

"Kenapa sayang...kenapa kau hapus semua tulisanmu di buku itu? Kenapa tidak kau ijinkan mama untuk membaca dan jadi pengingat jika mama mulai marah..." Mirna menangis sesenggukan.

"Kata Bi Ijah, agar Dito disayang Allah, Dito harus memaafkan mama dan melupakan semua kebencian Dito pada mama. Kata Bi Ijah, mama sangat sayang sama Dito. Tapi, karena mama cape... jadinya mama suka marah-marah sama Dito. Dito ingin melupakan semua kebencian Dito sama mama, makanya Dito menghapus semua tulisan itu. Karena setiap Dito membaca kembali tulisan di diary, semakin kebencian Dito bertambah kepada mama. Maafkan Dito yang ga pernah ngerti mama." Dito mulai menangis.

"Tidak sayang.... mama yang harusnya minta maaf. Mama berjanji tidak akan memukuli kamu lagi. Mama sangat menyesal sekali. Jangan benci mama sayang.... mama sangat sayang Dito.... Mama hanya punya Dito." Mirna semakin erat memeluk Dito.


**********************

Selama perjalanan menuju rumah eyangnya di Bandung, Dito terlihat sangat gelisah. Beberapa kali ia memandang wajah mamanya. Mirna merangkul dan mengelus-elus kepala Dito, hingga akhirnya Dito pun tertidur di bahu mamanya. Mobil mereka sudah memasuki tol Cipularang. Di km 100, tiba-tiba....

"Jedaaarrrr !!!...." Suara benturan yang sangat keras. Mobil yang ditumpangi Mirna oleng dan terseret hingga 10 meter. Ujang, sopir berusaha mengendalikan mobil dengan membanting stir. Akhirnya mobil mereka menabrak dinding tol. Hampir sebagian besar badan mobil penyok tak berbentuk lagi. Darah segar segera membasahi jalanan. Mobil Mirna tersenggol oleh sebuah mobil sedan yang berwarna putih.

***********************

Mirna terbangun dengan pandangannya yang masih kabur. Begitu siuman Mirna baru ingat, kejadian tabrakan mobil di Tol Cipularang. Di sampingnya berdiri seorang wanita paruh baya yang masih terlihat wajah ningratnya.

"Dito.... di mana Dito maa...aku di mana...mana Dito..." Begitu mendapati tubuhnya yang tidak bisa bergerak lagi dan dengan wajah penuh dengan perban, Mirna berteriak histeris.
"Mama.... apa yang terjadi padaku..... Kenapa tubuhku sulit digerakkan..." Mirna mencoba berontak.

Wanita separuh baya yang merupakan mama Mirna tak kuasa menahan tangisannya. Sudah 5 lima hari, ia ada di rumah sakit menemani anaknya yang koma. Dan betapa bersyukurnya ia begitu tahu anaknya telah siuman dari koma. Meskipun ia harus menelan kenyataan pahit, bahwa anaknya mengalami kelumpuhan seumur hidup dengan wajahnya yang cacat.

"Mirna... Dito telah...." Mama Mirna seperti tercekat lehernya ketika ingin memberitahukan keadaan Dito.
"Apa yang terjadi dengan Dito Ma... mana Dito ma...." Mirna mulai berteriak lagi meskipun ia harus merasa ngilu dan perih di bagian wajahnya.
"Dito telah meninggal dunia nak... sabarlah sayang..." Mama Mirna menggenggam tangan anaknya erat-erat.
"Apaaaa....... tidak.... Dito tidak boleh meninggal.... Dito... mama sayang Dito.... mama sayang Dito..." Tangisan Mirna pecah memenuhi isi ruangan. Suster-suster segera berlari begitu mendengar jeritan Mirna yang sedang berada di ruang ICU.

************************

Tanah merah masih basah. Harumnya bunga yang ditabur di pusara sudah mulai kelihatan layu. Layu... seperti perasaan Mirna saat ini. Hatinya hancur berkeping-keping. Bahkan, tuhan pun tak mengizinkan dirinya untuk mengantarkan Dito ke tempat peristirahatannya yang terakhir kali. Buku diary warna merah hati masih dipegang erat oleh Mirna. Masih menyisakan tanggal dan tahun di tiap lembarnya.

Selasa, 13 November 2012

Ketika Aisyah Mencari Ma'isyah

Hidup jaman sekarang ini serba susah.
Harga kebutuhan pokok dan biaya hidup tidak ada yang murah.
Kesempatan terbuka lebar sehingga banyak muslimah yang keluar rumah.
Sudah banyak muslimah yang hebat-hebat, pintar-pintar dan berijazah.
Sudah banyak wanita yang menduduki posisi penting, mulai tingkat RT sampai tingkat Lurah.
Sehingga semua ini jadi kelihatan lumrah.

Apakah mereka yang salah ?
Tidak.... jika suami telah ridho si aisyah mencari ma'isyah.

Hidup ini pilihan, ada yang memilih untuk bekerja.
Ada juga yang memilih jadi ibu rumah tangga.
Masing-masing ada pahalanya.
Masing-masing ada bagian dan tugasnya.
Allah Maha Mengetahui niat hamba-hambaNya.

Ketika Aisyah mencari Ma'isyah
Semua dilihat dan dinilai Allah dari niatnya.
Ada yang niatnya untuk membantu perekonomian keluarganya.
Ada yang niatnya untuk mencerdaskan anak bangsa.
Ada yang niatnya untuk mengamalkan ilmunya.
Ada yang niatnya berdakwah untuk umatnya.
Ada yang niatnya untuk menolong sesama.
Dan.... ada juga yang niatnya untuk berbagi ilmu dan pengalamannya.

Ketika Aisyah harus mencari Maisyah, Karena beberapa kondisi ini:
* Suami terkena PHK atau dipensiunkan dini.
* Istri-istri yang menjadi janda atau ditinggal mati.
* Suami yang bekerja namun pendapatannya tak mencukupi.
* Ada keluarganya atau suaminya yang sakit keras perlu diobati.
Sehingga Aisyah pun mencari ma'isyah.

Tapi sobat....
Setinggi-tingginya kita berpangkat.
Sepandai-pandainya kita jadi diplomat.
Sepenting-pentingnya kita jadi pejabat.
Semuanya itu kita niatkan untuk menjadi orang yang bermanfaat.
Dengan tidak melupakan kodrat.
Kodrat seorang wanita sebagai istri dan sebagai ibu yang telah diberikan amanat.
Tetaplah jadi muslimah yang bermartabat.
Tetap berpegang teguh kepada syariat.
Tidak berbaur dengan laki-laki/ikhtilat.
Apalagi sampai berdua-duaan/berkhalwat.
Sehingga syetan akan membangkitkan syahwat.

Apapun kiprahmu di luar.
Janganlah anak-anak dan kewajiban utamanya menjadi terlantar.
Sehingga anak-anak mencari jati diri dan kasih sayang di luar.
Jadilah mereka anak-anak yang sukar dan liar.

Ingatlah wanita adalah tiang negara.
Dan semua itu bermula dari sebuah keluarga.

"Kebenaran itu datangnya dari Allah dan segala kesalahan datangnya dari saya sendiri"

Bertaubatlah Sebelum Terlambat


Bismillahirrohmanirrohiim.

Muhasabah diri.

saya ini bukan ustadzah apalagi ustadz.
lah..saya ini seorg akhwat.
saya juga ga alim2 amat.
saya cuman mo ngasih nasihat.
buat sahabat dan kerabat.
baik yg jauh maupun yg dekat.
nasihat ini terutama buat saya, yg msh jauh dr taat.

Buat diriku n para sobat...
* yg sholat 5 wktnya suka kelewat-lewat.
* yg slm hidupnya ga pernah sholat.
* yg suka ninggalin sholat jum'at.
* yg merasa jadi murtad.
* yg sukanya numpuk2in harta n emas ampe berkarat-karat.
* yg hartanya dah lewat nisab.
tapi ga mau berzakat.
* yg suka mkn uang rakyat.
* yg suka menyalah gunakan amanat.
* yg ama org suka berkhianat.
* yg suka mkn riba, ngasih utang byrnya berlipat-lipat.
* yg suka main dukun, minta penglaris ama jimat.
* yg suka pake pengasihan biar byk yg terpikat.
* yg durhaka ama ortu n suami, jd kualat.
* yg senangnya berjudi sama mabok2an ampe berkrat-krat.
* yg sukanya tebar pesona, mainin hati akhwat.
* yg ga berhijab sukanya pamer aurat.
* yg kalo disuruh ngaji, bilangnya ga sempat.
* yg mutusin silaturahmi dg kerabat.
* yg ga pernah puasa, bilangnya gak kuat.
* yg gemar berbuat maksiat.

maka ....

sebelum qt masuk unit gawat darurat.
dan dokter bilang riwayatnya udah tamat.
Sblm dtg hari yg maha dahsyat.
Sblm langit digulung & bumi dilipat.
Sblm maut mendekat.
Dan...semuanya tlah terlambat.
SEGERA BERTAUBAT !!