Kamis, 22 November 2012

Menjadi Wanita Shalihah, Bisa?



Karena kau dilahirkan sebagai seorang wanita, inilah anugerah yang terindah dari Allah Ta'ala. Anugerah yang tidak dimiliki oleh seorang pria. Anugerah yang akan bertambah indah jika kau bisa menjadi wanita shalihah.

"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah. (HR. Muslim)

Menjadi wanita shalihah tidak sekedar dilihat dari cara berpakaiannya saja. Namun, Ia juga harus selalu menghiasi hati, pikiran dan tingkah lakunya sesuai dengan yang diinginkan Allah Ta'ala. Wanita yang selalu berusaha mengubah dirinya menjadi lebih baik dan mulia. Baik di hadapan Allah maupun di hadapan manusia.

Beberapa point untuk memotivasi diri kita menjadi wanita shalihah yakni:
1. Menjadi Wanita Gaul (Gaulnya sama Allah, sama Al-qur'an dan sama teman-teman yang shaleh)
2. Menjadi wanita yang SMART (Senang Menabung buat bekal Akhirat)
3. Menjadi wanita yang KEREN (Khusyuk, Evaluasi Diri (Muhasabah), Ramah, Empati dan Nyunnah)


1. MENJADI WANITA GAUL

BERGAUL SAMA ALLAH
Dengan bergaul sama Allah maka hati menjadi tenang. Dalam surat Ar-Raad ayat 28 :
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (TQS.13:28)

BERGAUL SAMA AL-QUR'AN
Dengan bergaul sama Al-qur'an hati kita akan mendapat petunjuk dan mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya.  Terdapat di dalam surat Al-Maidah ayat 16 :
"Dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan dengan kitab itulah Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus." (TQS. 5:16)

Ibnu Umar ra berkata, "Rosululloh telah bersabda, hati manusia akan berkarat seperti besi yang dikaratkan oleh air. Apakah cara untuk menjadikan hati bersinar seperti semula. Katanya dengan banyak mengingat mati dan membaca al-qur'an." (al hadist)

BERGAUL SAMA ORANG-ORANG SHOLEH
Dengan bergaul sama teman-teman yang shaleh kita akan mendapatkan banyak manfaat. Dalam sebuah hadist Rosululloh Shallallahu 'Alaihi Wassalam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman.

 "Pemisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap." (HR. Bukhori 5534 dan Muslim 2628)

Maksud hadist di atas seperti ini. Teman yang shalih akan senantiasa menjaga dari kemaksiatan, mengajak orang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Dia akan menjagamu baik ketika bersamamu maupun tidak. Dia akan memberimu manfaatnya dengan kecintaannya dan berdoa untukmu, baik ketika engkau masih hidup maupun setelah engkau tiada.

Kebaikan seseorang bisa dilihat dari temannya. Rosululloh  Shalallahu 'Alaihi Wassalam menjadikan teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang. Rosulullah  Shallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda, "Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Abani dalam silsilah Ash-shahihah, no.297)

Di akhirat, orang yang berteman dengan teman yang tidak baik, akan merasa menyesal. Terdapat pada surat al-furqon ayat 27-28, " Dan (ingatlah) pada hari ketika orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata,"Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rosul. Wahai celakalah aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman baikku." (TQS.25:27-28)


2. MENJADI WANITA SMART (Senang Menabung untuk bekal Akhirat)
Smart dengan arti yang sebenarnya. Wanita shalihah yang baik, hendaklah menghiasi dirinya dengan pengetahuan keislaman, berwawasan dan terlihat cerdas. Sehingga dengan kecerdasannya akan terpancarlah kecantikan dari dalam dirinya (Inner Beauty).

Senang Menabung untuk bekal Akhirat
Wanita shalihah hendaklah ia selalu mempersiapkan bekalnya untuk akhirat. Kalau kita akan pergi pulang kampung atau ke suatu tempat saja, pasti kita mempersiapkan diri dengan membawa bekal sebanyak-banyaknya. Apalagi, untuk hari yang kekal yaitu akhirat. Tentunya kita akan mempersiapkan diri dengan bekal yang cukup.

Bagaimana menabung untuk bekal akhirat? Caranya dengan memperbanyak amal shaleh. 

Diantaranya adalah :
  • Puasa sunnah.  (puasa sunnah senin-kamis, puasa yaumul bidh tanggal 13, 14, 15 bulan hijriah, puasa arafah tanggal 9 zulhijah, puasa syawal dan puasa asy-syuro, tanggal 9-10 Muharram).
  • Membaca al-quran, menghapal dan memahami ayat-ayatnya.
  • Memperbanyak shalat tahajud
  • Melakukan sunnah rawatib (sebelum dan sesudah shalat wajib)
  • Menjalankan sholat dhuha (sholat diwaktu dhuha - menjelang siang)
  • Memperbanyak shadaqah dan amal jariah.
  • Menjalin tali silaturahmi

Dalam surat Al-Baqarah ayat 197:
 "....Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepada Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat."  (TQS. 2:197)


3. MENJADI WANITA KEREN (Khusyuk, Evaluasi diri/ Muhasabah, Ramah,Empati dan Nyunnah)

Wanita shalihah harus keren yakni selalu menjaga penampilannya agar enak dipandang mata. Menjaga penampilan tidak berarti kita harus tabarruj (berdandan/bersolek). Justru bertabarruj itu dilarang oleh islam. Menjaga penampilan dengan pakaian yang bersih, rapi dan wangi.

KHUSYUK
Wanita yang shalilah, berusaha menghadirkan hatinya saat ia shalat. Untuk mencapai shalat yang khusyuk perlu usaha yang sangat kuat. Syetan selalu menggoda manusia dalam segala hal. Syetan sangat pintar dalam menjerumuskan manusia agar lalai dalam shalatnya.

Usaha kita agar sholatnya khusyuk, di antaranya adalah :
1. Membaca ta'awudz sebelum melakukan sholat.
2. Jadikan sholat kita adalah sholat yang terakhir.
3. Pahami arti bacaan sholat.
4. Meminimalisir gangguan sholat dari lingkungan sekitar
5. Mengetahui tata cara shalat yang benar.

EVALUASI DIRI (MUHASABAH)

Sebagai seorang wanita shalihah, kita senantiasa perlu mengevaluasi diri kita sendiri. Kita renungkan tentang amal baik dan amal buruk kita. Kita evaluasi lagi kekurangan-kekurangan dan dosa-dosa yang telah kita perbuat. Sehingga jika kita sibuk mengevaluasi diri, kita tidak akan sibuk mencari-cari kekurangan orang lain. Orang yang sering mengevaluasi dirinya, dia akan selalu berusaha untuk memperbaiki dirinya.

Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, "Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah." (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, Hadits ini adalah hadits hasan)

Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” [TQS. Maryam (19): 95, Al-Anbiya’ (21): 1].

RAMAH
Wanita shalihah akan memancarkan aura kebaikan pada lingkungan sekitarnya. Menjadikan semua aktifitasnya untuk ibadah dan dakwah. Dakwah yang paling efektif adalah dengan cara pendekatan yang baik "bil hikmah". Bagaimana kita akan dapat berdakwah dengan baik, jika kalau kita selalu pasang wajah angker, atau kurang banyak tersenyum dan malas untuk menegur orang lain. Orang juga malas dekat dengan kita, bukan?

EMPATI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Berempati artinya melakukan atau mempunyai empati.

Menurut pemahaman saya empati adalah upaya kita untuk memahami atau merasakan apa yang dialami atau dirasakan oleh orang lain.

Menumbuhkan empati dengan cara menjadi pendengar yang baik (mendengarkan dengan hati). Salah satu habbit yang dikemukakan oleh Stephen Covey dalam bukunya Seven Habbit adalah "Seek first to understand than to be understood. Artinya, Dengarkanlah dulu sebelum anda didengarkan oleh orang lain. Pahami dulu keadaan orang lain sebelum orang lain memahami keadaan anda."

Ketika ada orang yang sedang mengalami kesulitan, luangkanlah waktu kita untuk mendengarkan keluh kesahnya. Ingat,  mendengarkan dengan hati bukan hanya "sekedar mendengar". Dari mendengar, merasakan maka timbullah rasa empati. Dari rasa empati timbulah rasa ingin menolong atau memberikan solusi

Seorang wanita shalihah perlu mengasah rasa empati kepada orang lain, agar muncul rasa kepeduliannya terhadap orang lain.

NYUNNAH (menjalankan sunnah nabi)
Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik ucapan, perbuatan maupun penetapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam

Perhatikan surat Al-Ahzab ayat 21 :
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (TQS al-Ahzaab:21)

Ayat ini  mengisyaratkan satu faidah yang penting untuk direnungkan, yaitu keterikatan antara meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kesempurnaan iman kepada Allah dan hari akhir, yang ini berarti bahwa semangat dan kesungguhan seorang muslim untuk meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan pertanda kesempurnaan imannya.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari berkata, “Orang muslim yang paling utama adalah orang yang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia), maka bersabarlah wahai para pencinta sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), karena sesungguhnya kalian adalah orang yang paling sedikit jumlahnya (di kalangan manusia)”


Catatan:
TQS = Terjemahan Qur'an Surat

Wallahu 'Alam Bi Shawab. Kebenaran itu  datangnya dari Allah, dan segala kekurangan datangnya dari diri saya sendiri. Jika menurut anda tulisan ini bermanfaat, maka sebarkanlah agar anda mendapatkan pahala yang sama.

0 komentar:

Poskan Komentar