Selasa, 30 Oktober 2012

Perkembangan Janin dalam Perut Ibu

Menonton video rekaman janin dan kehidupannya di dalam perut ibu, membuat saya semakin sadar akan kebesaran Alloh. Proses pembuatan seorang anak manusia, dimulai dari setetes air yang hina. Namun, setelah anak manusia lahir ke dunia, mereka justru banyak yang sombong dan lupa bahwa ia berasal dari air yang hina. Di rahim ibu, selama 9 bulan janin terus berkembang hingga saatnya tiba ia melihat dunia yang fana ini.

Terdapat beberapa ayat-ayat Alquran yang berkaitan tahapan pertumbuhan dan perkembangan janin

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) tanah. Kemudian Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah,
lalu segumpal darah itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang ituKami bungkus dengan daging, kemudian Kami jadikan Ia makhluk yang (berbentuk)lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik."
(QS Al-Mu'minun: 12-14)

Ayat ini menjelaskan tentang fase atau tahapan-tahapan pertumbuhan danperkembangan janin yaitu mulai dari fase nutfah (sperma), fase alaqah (gumpalan darah), fase mudhgah (kumpulan daging), fase idham (tulang), fase pembalutan tulang dengan daging, dan fase pembentukan di mana janin mulai bergerak-gerak setelah minggu ke-12 dari usianya.

Lapisan Pelindung Janin
"..Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga lapisan kegelapan. (QS.Az-Zumar :6)
Tiga lapisan kegelapan ini dalam ilmu medis dapat diartikan sebagai pertama dinding perut anterior, kedua lapisan uterus dan ketiga membran amniochorionic. Walaupun ada interpretasi lain mengenai tiga lapisan ini yaitu diartikan sebagai tiga lapisan uterus, endometrium miometrium, dan perimetrium.

"...(ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamudan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai yang sudahditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, "..(QS.Al-Hajj :5)

Pada ayat lain Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan,dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatupada sisi-Nya ada ukurannya. (QS Ar-Rad: 8) Ayat-ayat ini berkaitan dengan Teratologi yaitu sub divisi embriologi yang membahas tentang perkembangan abnormal yang menyebabkan anomali dan malformasi.Di mana bahwa akibat penyebab tertentu (faktor internal maupun eksternal) dapat terjadi pertumbuhan dan perkembangan janin yang tidak sempurna atau abnormal.

Sperma Penentu Jenis Kelamin"Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. Dari air mani apabila dipancarkan.
(QS.Al-Qamar:45-46)

Kemudian di dalam ayat yang lain :" Maka hendaklah manusia memperhatikan dariapakah dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang terpancar." (QS At-Tariq:5-6)

Kedua ayat ini menjelaskan tentang indikasi medis bahwa sperma membawa sifat kelaki-lakian dan kewanitaan. Dari spermalah Allah menjadikan sepasanglaki-laki dan perempuan dan Dialah yang menentukan janin laki-laki atauperempuan dari sperma tersebut.

Dalam ilmu Embriologi dan Genetika sendiri diketahui bahwa sel telur perempuan (ovum) akan selalu memuat kromosom (X) secara murni. Sedangkan sperma laki-lakisetengah darinya memuat kromosom (Y) / kromosom sex laki-laki dan setengahnyalagi memuat kromosom X / kromosom sex perempuan.

Sehingga bisa dikatakan ada sperma jantan dan ada sperma betina. Ketika terjadi pembuahan, apabila sperma yang membuahi ovum adalah sperma yang memuat kromosom (Y) maka janin tersebut adalah laki-laki (XY). Tetapi bila sperma yang membuahi mengandung kromosom (X) maka janin tersebut menjadi perempuan (XX)

Selain ayat-ayat di atas juga masih terdapat ayat Alquran lainnya yang berkaitan dengan bidang ilmu Embriologi misalnya surat Ali Imran: 6, Az-Zumar:49, An-Najm: 45-46, Al-Insan: 2 dan lain sebagainya

0 komentar:

Poskan Komentar